Selasa, 27 September 2016

Jumat, 16 September 2016

Kamis, 23 Juni 2016

Multiple VLAN DHCP Server

Melanjutkan tulisan saya disini saya akan mencoba setting banyak VLAN dan pake DHCP Server. OK langsung saja agar lebih mudah diingat, saya sertakan prinsip2nya :

1. Pengalamatan IP sudah? Saya disini mencoba ip yg umum. Network 1 (warna merah) saya kasi network ID 192.168.1.0 /24, Network 2 (warna ijo) saya kasi network ID 192.168.2.0 /24, Network 3 (kuning) saya kasi network ID 192.168.3.0 /24, dan Network 4 (warna biru) saya kasi network ID 192.168.4.0 /24

2. Setting VTP Server dan pastikan setiap switch sudah disetting TRUNK, demikian juga koneksi switch ke router. Untuk switch tengah (SVTP) saya tak buat server, yg kanan kirinya S1 dan S2 tak buat client.

3. Konfigurasi router, buat subinterface.

4. Buat konfigurasi DHCP Server. Nah disini fungsi POOL itu penting. pastikan POOL sesuai dengan networknya

ip dhcp pool ADMIN
network 192.168.1.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.1.0 /24
default-router 172.16.1.1


ip dhcp pool DOSEN
network 192.168.2.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.2.0 /24
default-router 172.16.1.1


ip dhcp pool STAF
network 192.168.3.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.3.0 /24
default-router 172.16.1.1


ip dhcp pool MHS
network 192.168.4.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.4.0 /24
default-router 172.16.1.1


Share:

Senin, 02 Mei 2016

Static NAT (Network Address Translation)

Sebelum membahas NAT (Network Address Translation), harus memahami dulu konsep IP Public dan IP Private. IP Public adalah IP yang bisa diakses oleh seluruh dunia, dan itu harus terdaftar dahulu. Sedangkan IP Private bisa dikatakan jaringan lokal. Jadi tugasnya NAT (Network Address Translation) adalah menghubungkan IP Public dengan IP Private.



Oke, sekarang kita coba praktikumnya. Pada kasus ini saya akan menggunakan Static NAT.

1. Konfigurasi R1
R1(config)# int s0/1/0
R1(config-if)# ip add 209.165.201.1 255.255.255.252
R1(config-if)# clock rate 64000
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# exit
R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip add 118.123.17.1 255.255.255.248
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# end
R1# copy r s


2. Konfigurasi R2

R2(config)# int s0/1/0
R2(config-if)# ip add 209.165.201.1 255.255.255.252
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# exit
R2(config)# int fa0/0
R2(config-if)# ip add 192.168.1.100 255.255.255.0
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# end
R2# copy r s

Pada kasus ini, web server 118.123.17.4 mempunyai ip publik 20.30.40.50 yang bisa diakses oleh network 192.168.1.0 /24. Proses routing menggunakan default routing yg ada di R1, dan static routing yang ada di R2

3. Konfigurasi routing R1

R1(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/1/0
R1(config-)# end
R1# copy r s

4. Konfigurasi routing R2

Karena yang akan diperkenalkan adalah ip public web server 20.30.40.50, maka static routing yang akan dituju adalah network 20.0.0.0 255.0.0.0 melewati 209.165.201.1

R2(config)# ip route 20.0.0.0 255.0.0.0 209.165.201.1
R2(config-)# end
R2# copy r s

5. Konfigurasi NAT pada R1

Pada konfigurasi NAT yang perlu disetting adalah 
- Pada router yang merupakan border dari jaringan yang akan di NAT, yaitu R1
- Pada interface inside local nya, yaitu fa0/0 pada R1
- Pada interface inside global nya, yaitu s0/1/0 pada R1

R1(config)# ip nat inside source static 118.123.17.4 20.30.40.50
R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip nat inside
R1(config-if)# exit
R1(config)# int s0/1/0
R1(config-if)# ip nat outside
R1(config-if)# end
R1# copy r s

Dengan demikian, network 192.168.1.0 /24 hanya mengenali network 20.0.0.0 /8 untuk dapat terkoneksi ke web server 20.30.40.50, walau ip web server nya adalah 118.123.17.4.


6. Tambahan : memberi DHCP pada R2

R2(config)# ip dhcp pool smktelkom
R2(config)# network 192.168.1.0 255.255.255.0
R2(config)# default-router 192.168.1.100
R2(config)# dns 20.30.40.50 =====>>> untuk memberi domain pada web server
R2(config)# end
R2# copy r s

7. Tambahan : memberi domain pada web server

Saya mencoba membuat domain www.cisco.com (lebih gampang diingat daripada 20.30.40.50) dengan konfigurasi DNS pada server. Sebelumnya dalam pemberian dhcp sudah diberi label "dns 20.30.40.50"


Pada pengaturan DNS, pilih Server, lalu Service, dan DNS setting. Pastikan DNS Service ON, lalu ketikan www.cisco.com pada Resource Record, dan address 118.123.17.4. Jangan lupa klik Add.


Share:

Senin, 25 April 2016

Praktikum DHCP

Pada kali ini saya akan memberikan contoh penerapan DHCP baik menggunakan server DHCP maupun tanpa menggunakan server DHCP. Network 192.168.1.0 /24 yang terhubung pada R1 mendapatkan IP pada server dhcp, sedangkan network 192.168.2.0 /24 tidak menggunakan server DHCP.

Pada router Cisco yang terhubung ke DHCP server, router bertindak sebagai DHCP relay, yang meneruskan DHCP paket. Perintahnya cukup simple, hanya memberikan perintah "ip helper-address ipnyaserverDHCP" pada interface yang terhubung ke server DHCP dan ke interface network tersebut.


Saya mencoba menggunakan 3 client pada network 192.168.2.0 karena akan mencoba menggunakan perintah "ip dhcp exlcude address" yang berfungsi untuk tidak memberikan ip tertentu kepada client.Untuk cara routing silahkan melihat materi materi sebelumnya.

1. Konfigurasi pada R1, menambahkan IP serta konfigurasi "ip helper-address"

Sebelumnya konfigurasi dulu ip DHCP Server 11.11.11.2 255.255.255.0, kemudian pilih menu Services, pilih DHCP. Default gateway adalah port fa0/1 nya R1. Disini kita bisa memilih maksimum user, misalnya 100.


R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip add 192.168.1.100 255.255.255.0
R1(config-if)# ip helper-address 11.11.11.2
R1(config-if)# exit
R1(config)# int fa0/1
R1(config-if)# ip add 11.11.11.1 255.255.255.252
R1(config-if)# ip helper-address 11.11.11.2
R1(config-if)# end

2. Konfigurasi pada R2

R2(config)# int fa0/0
R2(config-if)# ip add 192.168.2.100 255.255.255.0
R2(config-if)# exit
R2(config)# ip dhcp pool smktelkom
R2(config-dhcp)# network 192.168.2.0 255.255.255.0
R2(config-dhcp)# default-router 192.168.2.100
R2(config-dhcp)# dns 192.168.2.100
R2(config-dhcp)# end


Studi kasus; kita bisa "meloncati" ip dengan tidak memberikan ip tertentu kepada client. Misalnya jika kita ingin melarang pemberian ip 192.168.2.2, 192.168.2.4, 192.168.2.5, dan 192.168.2.6.

R2(config)# ip dhcp exclude-address 192.168.2.2
R2(config)# ip dhcp exclude-address 192.168.2.4 192.168.2.6

berarti client mendapatkan pertama adalah 192.168.2.1, berikutnya 192.168.2.3, dan langsung ke 192.168.2.7.







Share:

Selasa, 19 April 2016

Praktikum Access Control List


Pada praktikum ini saya menggunakan materi routing ospf di sini, dengan menambahkan beberapa komputer client dan sebuah web server (IP 192.168.3.10). Ok to the point saja tentang praktikum access-list pada router cisco dengan menambahkan beberapa studi kasus yang sederhana.

Studi Kasus A : komputer A tidak dapat terkoneksi ke network 192.168.3.0

R3(config)# access-list 1 deny 192.168.1.1
R3(config)# access-list 1 permit any
R3(config)# int fa0/0
R3(config-if)# ip access-group 1 out
R3(config-if)# end
R3# copy r s

Studi Kasus B : komputer B tidak dapet browsing ke web server
R1(config)# access-list 101 deny tcp host 192.168.1.2 host 192.168.3.10 eq www
R1(config)# access-list 101 permit ip any any
R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip access-group 101 in
R1(config-if)# end
R1# copy r s

Studi Kasus C : komputer C tidak dapat terkoneksi ke network 192.168.2.0
R2(config)# access-list 1 deny 192.168.1.3
R2(config)# access-list 1 permit any
R2(config)# int fa0/0
R2(config-if)# ip access-group 1 out
R2(config-if)# end
R2# copy r s

Studi Kasus D : komputer D tidak dapat terkoneksi ke network 192.168.1.0
R1(config)# access-list 1 deny 192.168.2.1
R1(config)# access-list 1 permit any
R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip access-group 1 out
R1(config-if)#end
R1# copy r s

Studi Kasus E : komputer E tidak dapat browsing ke web server
R2(config)# access-list 101 deny tcp host 192.168.2.2 host 192.168.3.10 eq www
R2(config)# access-list 101 permit ip any any
R2(config)# int fa0/0
R2(config-if)# ip access-group 101 in
R2(config-if)# end
R2# copy r s




Share: