Sabtu, 08 Oktober 2016

Apakah itu stateless address autoconfiguration (SLAAC)?

"Pemberian IPv6 tetapi tidak lewat DHCPv6, tetapi menggunakan  RA (Router Advertisement"

Kenapa? Biar gak kelamaen.

Penjelasanya gini nih :

Seperti selayaknya IPv4, didalam IPv6 juga dapat menggunakan DHCP, yaitu DHCPv6. Tetapi dalam SLAAC, pemberian IP tersebut tidak melalui DHCPv6 server, tatapi menggunakan RA (Router Advertisement) dari ICMPv6 nya server, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Router IPv6 secara periodik mengirim pesan ICMPv6 RA (Router Advertisement) ke semua perangkat yang mengaktifkan IPv6 nya dalam sebuah network.

Secara default, router Cisco mengirimkan pesan RA setiap 200 detik ke semua perangkat yang menggunakan IPv6 secara multicast.

Semua device yang menggunakan IPV6 tidak perlu menunggu pesan RA tersebut. Device dapat mengirimkan RS (Router Solicitaion) ke router dengan menggunakan multicast-nya IPv6. Ketika router IPv6 menerima pesan RS, maka akan segera meresponnya dengan router advertisement.

langkah langkahnya :


1. device yg pertama konek ke jaringan, dikasih link local autoconfiguration, dikasih alamat FE80::/10 di depannya

2. alamatnya ditest dulu pakai Link local address unique test.

3. jika sudah ditest dan gak ada yg make, baru di beri ke device nya, tetapi hanya bisa konek ke local saja (tidak bisa ke internet)

4. terkoneksi ke router, autoconfiguration process, lalu route direction ISP

5. alamat tsb di assgint oleh globally unique internet address.

Share:

Selasa, 27 September 2016

Jumat, 16 September 2016

Kamis, 23 Juni 2016

Multiple VLAN DHCP Server

Melanjutkan tulisan saya disini saya akan mencoba setting banyak VLAN dan pake DHCP Server. OK langsung saja agar lebih mudah diingat, saya sertakan prinsip2nya :

1. Pengalamatan IP sudah? Saya disini mencoba ip yg umum. Network 1 (warna merah) saya kasi network ID 192.168.1.0 /24, Network 2 (warna ijo) saya kasi network ID 192.168.2.0 /24, Network 3 (kuning) saya kasi network ID 192.168.3.0 /24, dan Network 4 (warna biru) saya kasi network ID 192.168.4.0 /24

2. Setting VTP Server dan pastikan setiap switch sudah disetting TRUNK, demikian juga koneksi switch ke router. Untuk switch tengah (SVTP) saya tak buat server, yg kanan kirinya S1 dan S2 tak buat client.

3. Konfigurasi router, buat subinterface.

4. Buat konfigurasi DHCP Server. Nah disini fungsi POOL itu penting. pastikan POOL sesuai dengan networknya

ip dhcp pool ADMIN
network 192.168.1.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.1.0 /24
default-router 172.16.1.1


ip dhcp pool DOSEN
network 192.168.2.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.2.0 /24
default-router 172.16.1.1


ip dhcp pool STAF
network 192.168.3.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.3.0 /24
default-router 172.16.1.1


ip dhcp pool MHS
network 192.168.4.0 255.255.255.0 ==>>  mendaftarkan network 192.168.4.0 /24
default-router 172.16.1.1


Share:

Senin, 02 Mei 2016

Static NAT (Network Address Translation)

Sebelum membahas NAT (Network Address Translation), harus memahami dulu konsep IP Public dan IP Private. IP Public adalah IP yang bisa diakses oleh seluruh dunia, dan itu harus terdaftar dahulu. Sedangkan IP Private bisa dikatakan jaringan lokal. Jadi tugasnya NAT (Network Address Translation) adalah menghubungkan IP Public dengan IP Private.



Oke, sekarang kita coba praktikumnya. Pada kasus ini saya akan menggunakan Static NAT.

1. Konfigurasi R1
R1(config)# int s0/1/0
R1(config-if)# ip add 209.165.201.1 255.255.255.252
R1(config-if)# clock rate 64000
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# exit
R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip add 118.123.17.1 255.255.255.248
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# end
R1# copy r s


2. Konfigurasi R2

R2(config)# int s0/1/0
R2(config-if)# ip add 209.165.201.1 255.255.255.252
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# exit
R2(config)# int fa0/0
R2(config-if)# ip add 192.168.1.100 255.255.255.0
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# end
R2# copy r s

Pada kasus ini, web server 118.123.17.4 mempunyai ip publik 20.30.40.50 yang bisa diakses oleh network 192.168.1.0 /24. Proses routing menggunakan default routing yg ada di R1, dan static routing yang ada di R2

3. Konfigurasi routing R1

R1(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/1/0
R1(config-)# end
R1# copy r s

4. Konfigurasi routing R2

Karena yang akan diperkenalkan adalah ip public web server 20.30.40.50, maka static routing yang akan dituju adalah network 20.0.0.0 255.0.0.0 melewati 209.165.201.1

R2(config)# ip route 20.0.0.0 255.0.0.0 209.165.201.1
R2(config-)# end
R2# copy r s

5. Konfigurasi NAT pada R1

Pada konfigurasi NAT yang perlu disetting adalah 
- Pada router yang merupakan border dari jaringan yang akan di NAT, yaitu R1
- Pada interface inside local nya, yaitu fa0/0 pada R1
- Pada interface inside global nya, yaitu s0/1/0 pada R1

R1(config)# ip nat inside source static 118.123.17.4 20.30.40.50
R1(config)# int fa0/0
R1(config-if)# ip nat inside
R1(config-if)# exit
R1(config)# int s0/1/0
R1(config-if)# ip nat outside
R1(config-if)# end
R1# copy r s

Dengan demikian, network 192.168.1.0 /24 hanya mengenali network 20.0.0.0 /8 untuk dapat terkoneksi ke web server 20.30.40.50, walau ip web server nya adalah 118.123.17.4.


6. Tambahan : memberi DHCP pada R2

R2(config)# ip dhcp pool smktelkom
R2(config)# network 192.168.1.0 255.255.255.0
R2(config)# default-router 192.168.1.100
R2(config)# dns 20.30.40.50 =====>>> untuk memberi domain pada web server
R2(config)# end
R2# copy r s

7. Tambahan : memberi domain pada web server

Saya mencoba membuat domain www.cisco.com (lebih gampang diingat daripada 20.30.40.50) dengan konfigurasi DNS pada server. Sebelumnya dalam pemberian dhcp sudah diberi label "dns 20.30.40.50"


Pada pengaturan DNS, pilih Server, lalu Service, dan DNS setting. Pastikan DNS Service ON, lalu ketikan www.cisco.com pada Resource Record, dan address 118.123.17.4. Jangan lupa klik Add.


Share: